Selasa, 17 September 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI HOME SCHOLLING CALVARY BEKASI






BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu masalah yang dihadapi sistem  pendidikan saat ini adalah masalah lemahnya proses pembelajaran, terlebih dikalangan guru-guru agama Kristen, dalam proses pembelajaran, peserta didik  kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan juga sistem yang kreatif dan inovatif guru dalam mengajar sehingga interaksi guru dan peserta didik hanya hanya semacam rutinitas saja dan tidak mengalami satu proses kemajuan dalam sistem pembelajaran.

Berdasarkan yang sudah dijelaskan diatas maka strategi pembelajaran inovatif sangatlah penting bagi guru-guru agama Kristen. Dimana dunia pendidikan sekarang ini persaingan sangat kuat, dan dunia pendidikan juga sangat membutuhkan guru-guru yang terampil dan menguasai strategi pembelajaran, karena guru agama Kristen adalah tenaga kependidikan yang mempunyai tugas berat mempunyai tanggung jawab kemanusiaan yang besar, sangat berkaitan dengan proses pendidikan generasi bangsa ini menuju gerbang keberhasilan dalam melepaskan diri dari belenggu kebodohan. Memang berat tugas dan kewajiban yang harus diemban oleh guru agama Kristen sehingga menuntut profesionalitas tinggi dalam proses pembelajaran.

  1. Latar Belakang
Sistem pendidikan saat ini khususnya pendidikan agama Kristen, sangatlah dibutuhkan guru yang terampil dalam proses pembelajaran juga dalam hal kerohanian sehingga keduanya saling bersamaan, bertumbuh dalam pendidikan. Dan juga strategi pembelajaran yang inovatif, kemudian bertumbuh dalam rohani sehingga dengan demikian setiap peserta didik yang akan diajar menjadi orang yang terampil baik dalam pendidikan maupun dalam iman kepada Tuhan.
Seorang guru agama Kristen dalam mendidik anak adalah seperti yang diajarkan firman Tuhan dalam 2 Timotius 3:25-16 “ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk  mendidik orang dalam kebenaran.”
Sebagai orang tua juga harus bisa menjadi teladan dalam kehidupan anak-anaknya karena biar bagaimanapun orang tua juga sangat berperan aktif dalam kembang majunya seorang anak, menurut Mahayoni dan Hendrik Lim dalam buku anak vs media mengatakan:
Setiap hari kita sedang menulis pesan kehidupan baik itu yang baik maupun yang buruk, Bagi anak kita uniknya seringkali kita tidak sadar bahwa kita lebih banyak mengirim pesan buruk kepada anak-anak kita. mereka sedang merekan pesan-pesan tersebut dan menjadi video kehidupan baginya tanpa pernah kita menghapusnya lagi dari memori mereka.”[1]

Sehingga dalam hal ini orang tua yang harus bisa melakukan tindakan yang mendukung demi majunya seorang anak dalam hal apapun.
Dengan demikian guru agama Kristen mengajar peserta didik dengan memiliki keahlian dalam strategi pembelajaran juga dalam hal keteladanan iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun ada hal atau kendala yang dihadapi oleh guru agama Kristen terhadap peserta didik yakni faktor yang terjadi antara guru agama Kristen dan peserta didik yakni:
Pertama, tidak adannya minat anak dalam belajar pendidikan agama Kristen.
Kedua, meremehkan guru, dan tidak konsentrasi dalam proses pembelajaran.
Ketiga, kurangnya dorongan orang tua terhadap anak dalam belajar pendidikan agama Kristen.

  1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang dari penulisan ini, penulis dapat mengidentifikasikan masalah-masalah yang akan diteliti dan dijelaskan oleh penulis dalam penulisan ini:
Pertama : Identifikasi masalah belajar anak didik usia 7-12 tahun.
Kedua   : Kurangnya kreatifitas guru agama Kristen dalam mengelola kelas.
Ketiga   : Guru yang tidak terbeban dengan pengajaran atau mendidik.  
Keempat: Guru kurang peka dengan perkembangan psikologi anak didik.
Kelima   : Orang tua yang tidak ikut serta dalam mengajarkan pendidikan Agama
           Kristen terhadap anak.

C.    Pembatasan Masalah
Dari indentifikasi masalah yang sudah dijelaskan diatas tersebut, maka penulis membuat suatu pembatasan yang khusus akan dibahas dalam karya ilmiah ini : melihat fakta yang terjadi saat ini, dimana sebagian guru agama Kristen yang melaksanakan proses pembelajaran. Oleh sebab itu penulis membahas secara khusus strategi pembelajaran inovatif  guru agama Kristen terhadap minat belajar peserta didik yang menerapkan strategi, guru yang kreatif, dan mengembangkan minat belajar anak.
D.    Rumusan Masalah
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sehubungan dengan strategi pembelajaran guru agama Kristen terhadap minat belajar anak usia 7-12 tahun, kreatifitas guru agama Kristen dalam mengelola kelas,dan kepekaan guru dengan perkembangan psikologi anak didik. Dengan demikian penulis dapat merumuskan masalah yang ada adalah : sejauh mana strategi pendidikan agama Kristen dalam proses pembelajaran inovatif terhadap minat belajar peserta didik usia 7-12 tahun.

E.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian dari karya ilmiah ini dapat dituliskan sebagai berikut:
Pertama, memberi pengertian mengenai pentingnya guru agama Kristen bagi  anak-anak di sekolah dasar.
Kedua, untuk mengetahui tentang perkembangan, atau  maju atau mundurnya kreatifitas anak dalam belajar, dan guru dalam mengajar.
Ketiga, untuk meningkatkan anak dalam hal belajar maupun dalam
 pertumbuhan iman kepada Tuhan melalui proses belajar mengajar.

F.        Sistematika Penulisan
Karya ilmiah ini ditulis atau dibahas dalam lima bab dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I, Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, identifikasi  masalah,
pembatasan masalah, rumusan masalah, manfaat  penelitian dan sistematika  penulisan.
Bab II, Landasan teori, kerangka berpikir dan rumusan hipotesis, pembelajaran inovatif, strategi pembelajaran inovatif, minat belajar peserta didik, strategi meningkatkan minat belajar peserta didik, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian.
Bab III, metode prosedur penelitian, tujuan penelitian,  tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi dan sample, teknik  pengumpulan data, instrumen penelitian, uji validitas dan reabilitas solusi bagi guru, kerjasama orang tua dan guru, instrument penelitian, instrument final, teknik analisa data.
Bab IV, Hasil penelitian dan pembahasan, deskripsi data, pengujian
persyaratan analisis pengujian hipotesis dan pembahasan keterbatasan penelitian.
Bab V, Kesimpulan atau penutup yang merupakan pasal terakhir yang akan menyimpulkan secara keseluruhan dari bab 2  sampai bab 5 kemudian akan diikuti dengan saran-saran  disertai dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.


[1] Mahayoni, Hendrik Lim, Anak VS Media Kuasailah Media sebelum Anak anda Dikuasainya, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2008), 27.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar