BAB
I
PENDAHULUAN
Salah satu masalah yang dihadapi sistem pendidikan saat ini adalah masalah lemahnya
proses pembelajaran, terlebih dikalangan guru-guru agama Kristen, dalam proses pembelajaran,
peserta didik kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan
berpikir dan juga sistem yang kreatif dan inovatif guru dalam mengajar sehingga interaksi guru dan peserta
didik hanya hanya semacam rutinitas
saja dan tidak mengalami satu proses kemajuan dalam sistem pembelajaran.
Berdasarkan yang
sudah dijelaskan diatas maka strategi
pembelajaran inovatif
sangatlah penting bagi guru-guru agama Kristen. Dimana
dunia pendidikan sekarang ini persaingan sangat kuat, dan dunia pendidikan juga
sangat membutuhkan guru-guru yang terampil dan menguasai strategi pembelajaran,
karena guru agama Kristen
adalah tenaga kependidikan yang mempunyai tugas berat mempunyai tanggung jawab
kemanusiaan yang besar, sangat berkaitan dengan proses pendidikan generasi
bangsa ini menuju gerbang keberhasilan dalam melepaskan diri dari belenggu
kebodohan. Memang berat tugas dan kewajiban yang harus diemban oleh guru agama Kristen sehingga menuntut
profesionalitas tinggi dalam proses pembelajaran.
- Latar Belakang
Sistem pendidikan saat ini khususnya pendidikan agama Kristen, sangatlah dibutuhkan guru yang terampil dalam
proses pembelajaran juga dalam hal kerohanian sehingga keduanya saling bersamaan,
bertumbuh dalam pendidikan. Dan juga strategi
pembelajaran yang inovatif, kemudian
bertumbuh dalam rohani sehingga dengan demikian setiap peserta didik yang akan diajar menjadi orang yang
terampil baik dalam pendidikan maupun dalam iman kepada Tuhan.
Seorang guru agama Kristen dalam mendidik anak adalah seperti yang
diajarkan firman Tuhan dalam 2 Timotius 3:25-16 “ingatlah juga bahwa dari kecil
engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan
menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala
tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Sebagai orang tua juga harus bisa menjadi teladan
dalam kehidupan anak-anaknya karena biar bagaimanapun orang tua juga sangat
berperan aktif dalam kembang majunya seorang anak, menurut Mahayoni dan Hendrik Lim dalam buku anak vs media mengatakan:
“Setiap hari kita sedang menulis pesan kehidupan baik itu yang baik maupun
yang buruk, Bagi anak kita
uniknya seringkali kita tidak sadar bahwa kita lebih banyak mengirim pesan
buruk kepada anak-anak kita. mereka sedang merekan pesan-pesan tersebut dan menjadi video kehidupan
baginya tanpa pernah kita menghapusnya lagi dari memori mereka.”[1]
Sehingga dalam hal ini orang tua yang harus bisa
melakukan tindakan yang mendukung demi majunya seorang anak dalam hal apapun.
Dengan demikian guru agama Kristen mengajar peserta didik dengan memiliki keahlian dalam strategi
pembelajaran juga dalam hal keteladanan iman kepada Tuhan Yesus
Kristus. Namun ada hal atau kendala yang dihadapi oleh guru agama Kristen terhadap peserta didik yakni faktor yang terjadi antara
guru agama Kristen dan
peserta didik yakni:
Pertama, tidak adannya minat anak dalam belajar pendidikan agama Kristen.
Kedua, meremehkan guru, dan tidak konsentrasi dalam proses pembelajaran.
Ketiga, kurangnya dorongan orang tua terhadap anak
dalam belajar pendidikan agama Kristen.
- Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang dari penulisan ini,
penulis dapat mengidentifikasikan masalah-masalah yang akan diteliti dan
dijelaskan oleh penulis dalam penulisan ini:
Pertama : Identifikasi masalah belajar anak didik usia 7-12 tahun.
Kedua
: Kurangnya kreatifitas
guru agama Kristen dalam
mengelola kelas.
Ketiga : Guru yang tidak terbeban dengan pengajaran atau mendidik.
Keempat: Guru kurang peka dengan perkembangan psikologi anak didik.
Kelima : Orang tua yang tidak ikut
serta dalam mengajarkan pendidikan Agama
Kristen terhadap anak.
C.
Pembatasan Masalah
Dari indentifikasi masalah yang sudah dijelaskan diatas
tersebut, maka penulis membuat suatu pembatasan yang khusus akan dibahas dalam
karya ilmiah ini : melihat fakta yang terjadi saat ini, dimana sebagian guru agama Kristen yang melaksanakan proses pembelajaran. Oleh sebab itu penulis membahas secara khusus strategi pembelajaran inovatif guru agama Kristen terhadap minat belajar peserta didik yang
menerapkan strategi, guru
yang kreatif, dan mengembangkan minat belajar anak.
D.
Rumusan Masalah
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah
sehubungan dengan strategi
pembelajaran guru agama Kristen terhadap minat belajar anak usia 7-12 tahun, kreatifitas guru agama Kristen dalam mengelola kelas,dan
kepekaan guru dengan perkembangan psikologi anak didik. Dengan demikian penulis dapat merumuskan masalah
yang ada adalah : sejauh mana strategi pendidikan agama Kristen dalam proses pembelajaran
inovatif terhadap minat belajar peserta didik usia 7-12 tahun.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian dari karya ilmiah ini dapat
dituliskan sebagai berikut:
Pertama, memberi pengertian mengenai pentingnya guru agama Kristen bagi anak-anak di sekolah dasar.
Kedua, untuk mengetahui tentang perkembangan, atau
maju atau mundurnya kreatifitas anak dalam belajar, dan guru dalam
mengajar.
Ketiga,
untuk meningkatkan anak dalam hal belajar maupun dalam
pertumbuhan iman kepada Tuhan melalui proses belajar mengajar.
F.
Sistematika Penulisan
Karya ilmiah ini ditulis atau dibahas dalam lima
bab dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I, Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, identifikasi masalah,
pembatasan masalah, rumusan masalah, manfaat
penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II, Landasan teori, kerangka berpikir dan rumusan hipotesis, pembelajaran
inovatif, strategi pembelajaran inovatif,
minat belajar peserta didik, strategi meningkatkan minat belajar peserta didik,
kerangka berpikir, dan hipotesis
penelitian.
Bab III, metode prosedur penelitian, tujuan
penelitian, tempat dan waktu penelitian, metode
penelitian, populasi dan sample, teknik pengumpulan data,
instrumen penelitian, uji validitas
dan reabilitas solusi bagi
guru, kerjasama orang tua dan guru, instrument penelitian, instrument final, teknik analisa
data.
Bab IV, Hasil penelitian dan
pembahasan, deskripsi data, pengujian
persyaratan analisis pengujian
hipotesis dan pembahasan keterbatasan penelitian.
Bab V, Kesimpulan atau penutup yang merupakan pasal terakhir yang akan menyimpulkan secara
keseluruhan dari bab 2 sampai bab 5 kemudian akan diikuti dengan saran-saran disertai dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
[1]
Mahayoni, Hendrik Lim, Anak VS Media Kuasailah Media sebelum Anak
anda Dikuasainya, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2008), 27.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar